Analisis Laporan Kinerja

TUGAS MANDIRI

SYSTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

"ANALISIS LAPORAN KINERJA"


DI SUSUN OLEH : 

1.Ronauli Banjarnahor (130910240)       
2.Wilson (130910243)            
3. Supriyanto(130910247)

Kode kelas :161-MN054-M2
Dosen : Titik Efnita, S.E.,B.BA Hons., M.M.                        
Prodi : Manajemen Bisnis                                                


                              







1.MAIN MAP




2.PERHITUNGAN SELISIH (VARIANCE )

            Kegiatan terakhir dalam proses pengendalian manajemen adalah menilai kinerja manajer pusat pertanggung jawaban. Prestasi kerja pada intinya bisa dilihat dari efisien dan efektif tidaknya suatu pusat pertanggung jawabnya. Evaluasi dilakukan dengan cara membandingkan antara realisasi anggaran dengan anggaran yang sudah ditetapkan sebelumnya. Kegitatan pembandingan tersebut dilakukan oleh unit usaha atau juga perusahaan secara keseluruhan dengan menggunakan basis bulanan ( beberapa diantaranya dengan periode kuartalan ) beberapa perusahaan hanya melaporkan secara sederhana  jumlah selisih yang terjadi selama periode tanpa menyebabkan selisih nilai tersebut.

            Kerangka kerja untuk melaporkan untuk melaporkan selisih yang terjadi menggunakan ide ide sebagai berikut:

  1. Menentukan faktor penyebab kunci yang mempengaruhi laba
  2. Pecah seluruh selisih laba berdasarkan fakto-faktor kunci penyebab tersebut.
  3. Memfokuskan pada pengaruh laba dari selisih yang disebabkan oleh masing-masing faktor penyebab.
  4. Berusaha  menghitung pengaruh yang spesifik dari tiap faktor penyebab dengan hanya mengubah faktor yang bersangkutan sementara faktor yang konstan.
  5. Menambah kompleksitas secara berurutan, satu lapis pada waktu dimulai dengan tingkatan yang paling umum.
  6. Menghentikan proses apabila penambahan kompleksitas pada tingkatan tertentu tidak menambah kejelasan mengenai fakto-faktor yang mendasari selisihlaba secara keseluruhan.
SELISIH PENDAPATAN ( REVENUE VARIANCE )

            Diuraikan bagaimana menghitung selisih harga harga jual, selisih volume dan selisih campuran. Perhitungan dibuat untuk masing-masing lini produk. Dan hasil dari lini produk tersebut kemudian dikumpulkan untuk menghitung selisih totalnya. Selisih menunjukkan laba sesungguhnya melebihi laba yang dianggarkan dan selisih negative menunjukkan rugi ( tidak menguntungkan ).

SELISIH HARGA JUAL (SELLING PRICE VARIANCE )

            Selisih harga jual dihitung dengan mengalikan perbedaan antara harga sesungguhnya dan harga standar dengan volume sesungguhnya ( harga sesungguhnya-harga standar ) x volume sesungguhnya

SELISIH CAMPURAN DAN VOLUME ( MIX AND VOLUME VARIENCE)

            Sering kali selisih volume dan campuran tidak dipisahkan besarnya selisih campuran dan volume dapat dihitung dengan persamaan berikut :


Selisih campuran dan volume=volume sesungguhnya –volume yang dianggarkan )x ( kontribusi yang dinggarkan per unit)
 



Selisih volume dapat terjadi akibat penjualan sesungguhnya lebih besar dibandingkan dengan penjualan yang dinggarkan. Sedangkan selisih campuran diakibatkan karena komposisi produk yang dihasilkan berbeda dengan komposisi produk yang dianggarkan .

SELISIH CAMPURAN ( MIX VARIANCE ). Selisih campuran untuk masing-masing produk dihitung dengan menggunakan persamaan .


Selisih campuran =( Total volume penjualan sesungguhnya x propori dianggarkan)-

(volume penjualan seungguhnya)x kontribusi yang dianggarkan per unit )

 




Selisih volume ( volume variance ).  Besarnya  selisih volume dapat dicari dengan mengurangi selisih volume dan selisih campuran dengan selisih campuran. Perhitungan selisih volume juga dapat dihitung dengan menggunakan persamaan .




Selisih volume =( total volume penjualan sesungguhnya)x ( persentase yang dianggarkan )-( penjualan yang dianggarkan )x ( kontribusi yang dianggarkan per unit)
 








Penetrasi pasar dan volume industri . analisis pendapatan diperluas untuk memisahkan selisih volume dan campuran menjadi jumlah yang disebabkan oleh perbedaan pangsa pasar yang disebabkan perbedaan volume industri. Prinsipnya adalah manajer unit usaha bertanggung jawab terhadap pangsa pasar tapi tidak bertanggung jawab terhadap volume industri karena volume indistri ini dipengaruhi oleh keadaan ekonomi secara luas

SELISIH BIAYA ( EXPENSI VARIANCE )
Biaya tetap . biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tidak dipengaruhi oleh besarnya volume penjualan maupun volume produksi. Sesuai dengan sifat biaya ini maka selisih yang terjadi dihitung dengan cara membandingkan antara biaya tetap menurut anggaran dengan biaya tetap sesungguhnya. Besarnya selisih tetap devisi MBA .

Biaya variabel. Biaya variabel adalah biaya yang berubah secara langsung dan proposional dengan volume. Biaya variabel yang dianggarkan harus disesuaikan dengan volume indutri sesunggungnya.
ANALISIS SELISIH DALAM DUNIA PRAKTIK

            Perbandingan anggaran sesungguhnya dengan harapan kinerja sesungguhnya dengan harapan kinerja sesnggunhnya untuk tahun tersebut menunjukkan bagaimana dekatnya manajer unit usaha mengharapkan untuk mencapai target laba tahunan.

Manajer puncak membutuhkan estimasi realistic dari laba untuk tahun tersebut, baik karena disebabkan kebutuhan akan perubahan kebijakan deviden, memenuhi kas tambahan atau mengubah tingkat peneluaran biaya kebijakan dan juga karena estimasi saat ini dari kinerja tahun tersebut  kerap dilengkapi untuk analisis keungan dan pihak dari luar lainnya.
MEMFOKUSKAN PADA LABA KOTOR
           Pada banyak perusahaan perubahan harga ataupu fakto lain diharapkan dengan membawa perubahaan harga jual dan juga tugas manajer pemasaran adalah untuk memperoleh laba kotor yang dianggarkan kebijakan seperti ini khususnya penting pada periode terjadinya inflasi. Analisis pada selisih pada system itu tidak akan menghasilkan selisih tentang harga jual. Juga selisih laba kotor  laba kotor per unit berbeda  antara harga jual dan harga pokok produksi.
            Hal ini dilakukan dengan mensustitusi laba kotor untuk harga jual dalam persamaan pendapatan. Laba kotor merupakan perbedaan antara harga jual sesungguhnya dengan harga pokok standar .
Standart evaluasi
Ada tiga jenis standart untuk menilai aktivitas sesungguhnya suatau unit usaha dalam system pengendalian manajemen yakni:
  1. Standart atau yang ditentukan sebelumnya
  2. Standart historis
  3. Standart eksternal
Standart atau anggaran yang ditetapkan sebelumnya , jika anggaran ini disusun secara hati hati dan dikoordinasikan dengan baik.
Standart historis. Cara ini merupakan catatan kinerja sesungguhnya pada masa lalu  kelemahan mendasar dari standart ini adalah:
  1. Keadaan sekarang mungkin sudah antara dua periode yang dibandingkan.
  2. Kinerja periode sebelumnya belum dapat diterima.
Standart eksternal. Standart ini diperolehdari pusat pertanggung jawaban atau perusahaan lain.
Keterbatasan standart. Selisih antara kinerja sesungguhnya dengan standarnya bermafaat jika standar yang digunakan diperoleh dari standar yang valid.

FULL-COST SISTEM
            Jika perusahaan menggunakansistem biaya penuh ( full cost system ), maka baik biaya variabel maupun biaya tetap dimasukkan sebagai elemen persediaan pada biaya standar per unit. Jika persediaan akhir lebih besar dari persediaan awal beberapa biaya overhead tetap yang terjadi pada periode tersisa pada persediaan lebih dari mengalirkannya ke harga pokok penjualan sebaliknya jika persediaan menurun selama periode tersebut, lebih banyak biaya overhead dapat dikurangkan pada harga pokok penjualan dari pada harga sesungguh yang terjadi pada periode tersebut.
            Jika tingkat persediaan berubah dan jika volume produksi sesungguhnya berbeda dari yang dianggarkan, bagian dari selisih dari volume produksi ini harus dihitung dan dilaporkan selisih ini merupakan perbedaan biaya tetap produksi  sesungguhnya dan biaya produksi tetap standart pada volume bersanggkutan.

BIAYA TEKNIK  DAN KEBIJAKAN
            Selisih menguntungkan pada biaya teknik biasanya memberikan indikasi kinerja yang baik yakni makin rendah biaya maka lebih baik kinerjanya. Sebaliknya kinerja pusat biaya kebijakan biasanya dinilai atas dasar kepuasan jika biaya sesuggguhnya sama dengan yang dianggarkan.

KETERBATASAN ANALISIS SELISIH
            Walaupun analisis selisih merupakan cara yang bagus tetapi ia mempunyai keterbatasan :
  • Walaupun cara ini menunjukkan dimana selisih itu terjadi tapi ia tidak menjelaskan alasan terjadinya selisih dan tidak menjelaskan tindakan yang perlu dilakukan sebagai tindak lanjutnya.
  • Tidak memberikan penjelasan apakah selisih yang terjadi penting atau tidak.
  • Karena laporan kinerja merupakan kumpulan laporan penyeimbangan selisih akan membingungkan pembaca laporan terebut.
  • Karena laporan kinerja merupakan kumpulan laporan, maka manajer lebih tergantung pada keterangan dan ramalan.
  • Laporan analisis selisih hanya menunjukkan apa yang akan terjadi, tidak menunjukkan apa pengaruh dimasa yang akan datang terhadap tindakan yang akan dilakukan manajer.
INFORMASI LAIN
            Disamping menerima laporan selisih terhadap anggaran dan data sesungguhnya, manajer unit usaha juga menerima dari informasi dari somber lainnya.
  1. Variabel kunci
  2. Tujuan non keuangan
  3. Informasi informal
  4. Tindakan manajemen

ASPEK PERILAKU PADA PENILAIAN PRESTASI
            Kebanyakan perusahaan menggunakan teknik yang sama dalam penyusunandan me-review anggaran laba dan anggaran yang berurutan terhadap anggaran yang disetujui. Inilah yang disebut aspek teknis dalam dalam system penyusunan anggaran formulir yang digunakan untuk menyusun anggaran, format selisih biaya dan realisasinya, frekwensi pelaporan dan lain sama pada banyak perusahaan namun perbedaannya adalah cara menggunakan informasi yang dihasilkan oleh informasi oleh system penganggaran tersebut.

Pengawasan ketat ( Tight control )
            Pengawasan ketat didasarkan atas filosofi bahwa manajer bawahan bekerja secara efektif jika mereka hanya ditargetkan untuk jangka pendek saja, dan manajer puncak bisa membantu bawahan dalam mengatasi masalah harian sehingga manajer bawahan bisa menghasilkan keputusan yang lebih baik jika dibantu oleh atasannya. Dengan pengawasan ketat tujuan laba suatu manajer unit usaha dipertimbangkan sesuai komitmen perusahaan dimana ia akan diukur dan kemudian dievaluasi setiap
 bulan.          

Pengawasan longgar  ( loose control )
            Pengawasan longgar didasari pada filosofi manajemen yang diilustrasikan dengan pernyataan “saya menyewa seseorang dan saya membiarkanya untuk melakukan pekerjaannya sendiri “ dengan pengawasan longgar, anggaran tersebut pada dasarnya merupakan alat perencanaan dan komunikasi. Setiap tahun,anggaran disusun diuji oleh manajer puncak, disesuaikan dimana perlu disetujui. Setiap bulan atau kwartalan hasil sebenarnya dibandingkan dengan anggaran dan perbedaan dan yang terjadi dianalisis dan dijelaskan.

PENGARUH PERILAKU PENGAWASAN KETAT DAN LONGGAR
Sistem pengawasan ketat mempunyai  beberapa keuntungan yaitu :
  • Pengawasan ketat cendrung mencegah manajer untuk bersikap tidak efisien atau membuang-buang waktu.
  • Tekanan yang kurang konsisten memotivasi manajer untuk mencari jalan yang lebih baik untuk menjalankan operasional perusahaan seperti saat ini.
Disamping keuntungan kelemahan pengawasan ketat adalah:
  • Manajer lebih mempokuskan pada tindakan jangka pendek dari pada kepentingan jangka panjang perusahaan
  • Untuk memenuhi laba jangka pendek manajer unit usaha tidak melakukan tindakan yang bermanfaat pada jangka panjang, misalnya manajer tidak melakukan investasi walaupun pada jangka panjang akan mendatangkan keuntungan.
  • Kegunaan laba yang dianggarkan sebagai tujuan yang akan dicapai, bisa mengubah komunikasi antara manajer unit usaha dan manajer puncak. Jika manajer unit usaha dievaluasi atas dasar anggaran laba.
  • Pengawasan ketat akan mendorong manajer untu memanipilasi data.
Study empiris yang pernah dilakukan Hopwood mengemukan bahwa pengawasan ketat akan menjadikan :
  • Hubungan kerja yang kurang harmonis
  • Jeleknya hubungan dengan atasan
  • Jeleknya hubungan antara kawan sejawat
  • Kecendrungan manipulasi laporan akuntansi

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN PENGAWASAN KETAT DAN LONGGAR:
            Kemampuan unit usaha untuk menciptakan  pencapaian laba yang seimbang yang memungkinkan tercapainya tujuan tersebut akan tergantung pada:
  • Besarnya keleluasaan bagi manajer unit usaha untuk melakukan uji coba
  • Tingkat dimana variabel kinerja secara kritis bisa dipengaruhi oleh manajer unit usaha.
  • Tinggkat ketidak pastianyang melekat pada operasional perusahaan.
  • Rentang waktu pengaruh keputusan manajer yang dibuatnya.

           

            
CONTOH KASUS ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
KASUS SOLATRONICS, INC.

John Holden, presiden dan manajer umum dari Solartronics, Inc., sedang bingung. Lisa Blocker, manajer keuangan dan kontroler perusahaan yang baru saja dipekerjakan, telah menetapkan pembuatan dari ikhtisar laporan laba rugi yang baru. Laporan ini akan diterbitkan secara bulanan. Holden baru saja menerima salinan tersebut untuk bulan januari 1984.

Solartronics, Inc. (B)

Ikhtisar Laba Rugi

Januari 1984

....................................................................................................................................................

Penjualan                                                                                                                     $ 165.000

Dikurangi: Harga Pokok Penjualan (harga standar)                                                       108.900

Margin kotor                                                                                                               $  56.100

Dikurangi: beban penjualan                                                                       $ 28.500

            Overhead umum korporat                                                                 18.000

            Varian operasi

           Tenaga kerja langsung                         $    (3500)

Bahan baku langsung                                               500

Overhead pabrik variabel                                      (1500)

Overhead pabrik tetap—pengeluaran                     2000

Overhead pabrik tetap—volume                         (17500)       20.000      64.500

Laba sebelum pajak                                                                                                         $ 8.400


Solartronics, Inc. Yang merupakan perusahaan kecil yang berbasis di texas penghasil panel tenaga matahari, telah berdiri sejak pertengahan tahun 1977. Di akhir tahun 1983, perusahaan tersebut telah bertahan dari tahun-tahun yang buruk dan memposisikan dirinya sebagai perusahaan yang berukuran cukup baik dalam industri itu. Sebagai bagian dari usaha secara sadar untuk “melakukan profesionalisasi” terhadap perusahaan tersebut, Holden telah memasukkan Blocker dalam sfatnya pada musim gugur tahun 1983. Sebelum waktu itu, Solartronics, Inc. Tersebut telah memepekerjakan pegawai pembukuan penuh waktu.

Kebingungan Holden muncul dari fakta bahwa ia tidak memperkirakan prusahaan itu akan melaporlan kerugian untuk bulan Januari. Meskipun ia tahu bahwa penjualan rendah, terutama karena penurunan normal musiman, dan bahwa produksi telah dikurangi untuk membantu menurunkan tingkat persediaan, ia tetap terkejut. Ia bertanya-tanya apakah hasil bulan pertama ini merupakan pertanda buruk dalam hal kemungkinan untuk memenuhi hasil yang dianggarkan untuk tahun tersebut. Walaupun pada tahun 1984 anggaran hanya mencerminkan kenaikan 10 persen dalam volume penjualan dibandingkan dengan tahun 1983, ia khawatir baha awal yang buruk semacam itu di tahun berjalan akan menyulitkan perusahaan untuk “kembali ke jalurnya”.

Solartronics, Inc. (B)

Anggaran Laporan Laba Rugi

Tahun Kalender 1984

....................................................................................................................................................

Penjualan                                                                                                         $  8.000.000

Dikurangi: Harga Pokok Penjualan (standar)                                                     1.980.000

Margin kotor                                                                                                    $ 1.020.000

Dikurangi: beban penjualan                                                        $ 28.500

            Overhead umum korporat                                                  18.000             660.000

Laba sebelum pajak                                                                                             $ 360.000


ANALISA LAPORAN BULAN JANUARI 1984

SECARA UMUM

Penurunan laba

Tampilan 1 memperlihatkan penurunan laba sebesar dibandingkan dengan laba yang direncanakan semula. Penyebab penurunan laba adalah adanya varian yang merugi yaitu : tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik variabel, dan biaya overhead pabrik tetap – volume dimana tak dapat diimbangi dengan varian yang menguntungkan seperti : bahan langsung dan biaya overhead pabrik tetap – dibelanjakan. Penurunan laba akibat selisih varian tersebut juga tidak dapat diimbangi dengan tingkat penjualan yang memuaskan. Penurunan tingkat penjualan disebabkan penurunan normal musiman, walaupun telah dilakukan pengurangan produksi untuk membantu menurunkan level inventaris. 

Laporan pemasukan 

Metode yang digunakan dalam laporan pemasukan adalah penentuan harga pokok penuh yang memerinci biaya menjadi 2 (dua) yaitu :

·         Biaya produksi

·         Biaya non produksi

SECARA KHUSUS

Secara lebih khusus adanya varian-varian yang merugikan karena adanya perbedaan dengan standar yang telah ditetapkan dengan biaya-biaya yang terjadi sesungguhnya.


Tenaga kerja langsung

Ada 2 (dua) faktor yang mempengaruhi tenaga kerja langsung, yaitu :

·         Standar tarif upah langsung

·         Standar waktu (jam) kerja langsung.

1.      Standar tarif upah langsung

Varian yang merugi karena perusahaan telah membayar upah langsung dengan tarif yang lebih tinggi dibandingkan dengan tarip upah langsung standar. Beberapa kemungkinan penyebab adanya perbedaan tersebut adalah :

·         Telah digunakannya tarif upah yang berbeda dengan standar upah pekerjaan tertentu

·         Upah yang lebih besar dibandingkan tarif standar

·         Karyawan baru yang diterima tidak dibayar sesuai tarif standar

 

2.      Standar waktu (jam) kerja langsung

Varian yang merugi karena telah digunakannya waktu kerja yang lebih besar dibanding waktu standar, yaitu :

·         Departemen produksi telah bekerja secara tidak efisien karena pengawasan terhadap tenaga kerja kurang baik.

·         Telah digunakannya bahan dengan kualitas yang lebih jelek sehingga memerlukan waktu pengerjaan yang lebih panjang

·         Kurangnya koordinasi antar departemen produksi 


Bahan baku langung 

Ada 2 (dua) faktor yang mempengaruhi bahan baku langsung, yaitu :

·         Selisih harga

·         Selisih kuantitas

Bahan baku yang menguntungkan karena perusahaan telah membeli bahan baku lebih rendah dibandingkan dengan standar yang disebabkan adanya selisih harga dan selisihkuantitas


1.      Selisih harga

Varian yang menguntungkan yang disebabkan oleh selisih harga, yaitu : 

·         Adanya fluktuasi harga pasar

·         Kontrak jangka panjang yang menguntungkan

·         Pembelian dari pemasok yang lokasinya menguntungkan

·         Pembelian dalam jumlah yang ekonomis

·         Dapat memanfaatkan kesempatan potongan pembelian

·         Kurangnya faktor-faktor internal yang mengakibatkan pembelian bahan baku yang mendadak (rush purchase) karena danya perencanaan yang baik.


2.      Selisih kuantitas

Selisih kuantitas bahan baku yang menguntungkan karena kuantitas bahan baku yang dipakai lebih kecil dibandingkan dengan kuantitas standar di dalam pengolahan produk, yaitu:

·         Perubahan dalam rancangan produk, mesin, peralatan atau metode pengolahan produk yang lebih baik dan lebih kecil dari standar sehingga terjadi selisih kuantitas bahan baku yang lebih kecil.

·         Pemakaian bahan baku substitusi yang menguntungkan

·         Pengawasan yang lebih baik terhadap karyawan

·         Memadainya kondisi peralatan dan mesin 

·         Pengaturan mesin dan peralatan yang lebih baik


Biaya Overhead Pabrik (BOP)

Yang menyebabkan adanya varian pada biaya overhead pabrik adalah elemen-elemen biaya overhead pabrik baik tetap maupun variabel. Biaya ini dapat dianalisa melalui:

·         Selisih kapasitas

·         Selisih anggaran

·         Selisih efisensi


1.      Selisih kapasitas 

BOP variabel disebabkan adanya selisih kapasitas pabrik secara keseluruhan. Varian ini merugi berarti sebagian kapasitas normal yang tersedia tidak dipakai atau menganggur. Hal ini berhubungan dengan elemen BOP tetap. Penyebabnya secara umum berasal dari luar perusahaan (eksternal) yang umumnya tidak dapat dikendalikan oleh departemen dimana timbul selisih tersebut, sehingga selisih kapasitas ini menjadi tanggng jawab manajemen puncak.


2.      Selisih anggaran

Umumnya terjadi pada elemen-elemen BOP, yaitu perbedaan antara BOP yang sesungguhnya dengan BOP yang dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya. Selisih anggaran ini dapat dikendalikan oleh departemen dimana timbul selisih.


3.      Selisih efisiensi

Yaitu perbedaan antara kapasitas standar dengan kapasitas sesungguhnya yang dipakai untuk mengolah produk dikalikan tarip total overhead pabrik. Penyebab selisih efisiensi adalah elemen BOP tetap dan elemen BOP variabel yang menunjukkan kinerja perusahaan secara efisiensi atau tidak. Berdasarkan patokan efisiensi ini, maka BOP akan menguntungkan bila kapasitas yang sesungguhnya lebih kecil dengan kapasitas seharusnya (standar).

Analisa kinerja perusahaan pada satu bulan pertama dapat dibandingkan untuk memperkirakan pelaksanaannya dalam satu tahun. Perbandingan tersebut tidak terlalu dipengaruhi oleh penyimpangan yang terjadi dalam satu bulan, hal itu tidak menjadi masalah bagi perusahaan.


Beberapa alasan yang nyata antara lain :

1.      Kinerja aktual pada awal tahun tersebut dapat diperbaiki pada bulan-bulan selanjutnya dengan melakukan standar evaluasi. Sebagaimana beberapa penyebab pada masing-masing varian biaya yang disebutkan diatas, maka untuk memenuhi target laba tahunan yang diharapkan dapat dilakukan dengan mengubah beberapa kebijakan seperti : kebijakan dalam pembagian deviden, kebijakan pengeluaran, kebijakan untuk mendapatkan tambahan kas, dan kebijakan pengeluaran atau meningkatkan penjualan secara bertahap.

2.      Secara manajerial, dengan menematkan beban nyata kepada para manajer unit bisnis dan menunjukkan kecenderungan yang tidak berkesinambungan atau tidak menentu dalam hal jumlah produksi, margin laba, dan biaya, maka para manager bisnis akan berusaha membuat estimasi yang realistis, walaupun sulit untuk dilakukan, sehingga manajer unit bisnis akan cenderung untuk optimis terhadap kinerja bulan-bulan mendatang.

3.      Dengan pelaporan kinerja aktual yangbaik, maka akan memudahkan dalam membuat analisakeuangan.
Maka dalam menganalisa varian untuk menunjukkan kinerja keuangan tahunan sebaiknya dilengkapi dengan :

·         Penjelasan naratif bersamaan dengan laporan kinerja. Karena dalam laporan kinerja tidak menjelaskan mengapa varian tersebut muncul dan tindakan apa yang telah diambil untuk mengatasinya.

·         Penggunaan teknik statistika jika proses produksi dilakukan berulang secara teratur.


DATA ANALISA PERBANDINGAN KINERJA PERUSAHAAN 

Beberapa data tambahan yang berguna untuk menganalisa kinerja perusahaan adalah :

1.      Penjelasan varian, yang meliputi : 

·         Selisih biaya bahan baku, yang meliputi :

·         Selisih harga bahan baku dibeli 

·         Selisih harga bahan baku dipakai

·         Selisih kuantitas komposisi yang dipakai 

·         Selisih hasil bahan baku

2.      Selisih biaya tenaga kerja langsung

·         Selisih tarip upah langsung

·         Selisih efisiensi upah langsung

·         Selisih hasil upah langsung

3.      Selisih BOP

·         Selisih anggaran

·         Selisih kapasitas

·         Selisih efisiensi

4.      Data biaya usaha umum yang meliputi biaya pemasaran dan biaya administrasi umum

Dari penjelasan varian diatas dapat dibuat suatu jurnal transaksi dan laporan pemasukan.
Data-data tersebut menjelaskan secara rinci penyebab terjadinya berbagai varian dan bagian mana yang bertanggung jawab. Tanpa data-data tersebut manajemen puncak tidak dapat mengetahui adanya operasi yang merugi sehingga tidak dapat diambil tindakan untuk mengatasi di bulan-bulan mendatang.

Berbagai kekuatan eksternal juga dapat membantu perusahaan menganalisa kinerja Januari. Beberapa faktor tersebut antara lain: perubahan dalam tingkat umum kegiatan ekonomi dan dampak perubahan ini terhadap volume penjualan . Kedua , setiap perubahan dalam tingkat kerja dapat membantu perusahaan menganalisis kinerja . Ketiga , perubahan kebijakan internal seperti biaya produksi oleh manajemen juga bisa memberikan bantuan.

Menentukan varians dan perubahan persen dalam pengeluaran juga bisa menjadi analisis yang berguna untuk kinerja bulan Januari . Perusahaan harus mempertimbangkan menggunakan balanced scorecard sebagai cara untuk menyelaraskan kinerja mereka dengan tujuan strategis mereka



Comments

Post a Comment